Indonesia 2007

Rakyat indonesia itu..
rela mati demi dua belas ribu rupiah
dihina, dipukuli, diperkosa, disetrika di negeri orang
bergelimpangan di jalan-jalan
tidur dalam gerobak
rumah di kolong jembatan habis dibakar
anak-anaknya jadi target pedhopilia
berterbangan saat tsunami
berlarian saat lari dari gempa bumi

Pejabat Indonesia itu..
merasa betul-betul pejabat kalau naik mobil lebih dari 200 juta
merasa dihormati dengan sirine yang mengaum saat dia membelah jalan raya
naik limousine di Paris saat mau minjem uang di CGI
sementara negara donor berdesakan di bis murah charteran
Senang kalau orang memuji dan mencium tangannya
Merasa bangga dengan rombongan besar yang mengikuti kemana-mana
dan sekretaris yang bisa bermain tenis

Sebagian kecil rakyat Indonesia itu,
Selalu menyetir mobil mewah dan supirnya membawa pistol
Liburan ke Eropa jadi patokan
Menyebut lawan bicara dengan Jij
Merasa puas saat tiap anaknya diberi rumah mewah lengkap dengan pudel
Menilai orang dari sepatu yang dipakai
dan bau parfumnya
Merasa bangga saat menyebut rumah di Menteng
menyumbang Hansip Kampung berlebihan supaya rumah tidak diserang
Datang ke konser Il Divo tanpa berusaha tahu artinya

Sebagian kecil rakyat Indonesia lagi,
Melihat segala kecurangan
dan kemunafikan
tanpa bisa berbuat apa-apa

dan sebagiannya lagi,
terseret kedalamnya.


Dua hari sebelum lebaran..
mohon maaf lahir dan batin, indonesiaku..





2 comments:

Gus Lim said...

Ini aku comment ya........ :-)
Sejelek apapun indonesia, itulah negeri kita........ perbaiki ia........ doakan ia........ hanya Allah SWT yg dapat memelihara dan menolong negeri tercinta Indonesia melalui tangan siapa saja yg dikehendakiNya.
"Merah Putih teruslah kau berkibar di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini" dari lagu bendera (kalo nggak salah kutip :-) )

the writer said...

iya mas..
aku kan udah minta maaf..
sebenernya aku nulis gini karena cinta kali ya, saking sayangnya jadi sebel.. karena ide yang indah dan visi yang terang dari bangsa ini tertutupi oleh prilaku anak bangsanya..